Sabtu, 03 Desember 2011

All About Peterpan





























Peterpan ( DARA )


Jangan-jangan kau bersedih
Ku tahu kau lelah
Tepiskan ke ujung dunia
Biarkan mereka-mereka
Tenangkan hati di sana

Ketika lelah
Mimpi yang menenangkan
Biarkan semua-semua

Kurangi beban itu
Tetap lihat ke depan
Tak terasingkan dunia
Dua jiwa yang perih
Masih ada di sana, untuk kita berdua
Dalam hati yang bersatu
Tempat kita berdua

Dan jangan kau bersedih
Kutahu kau lelah
Tepiskan ke ujung dunia







Peterpan - Sally Sendiri

Biar Sally mencariku
Biarkan dia terbang jauh
Dalam hatinya hanya satu
Jauh hatinya hanya aku

Katakan ku takkan datang
Katakan ku takkan kembali
Lalu biarkan dia menangis
Lalu biarkan dia pergi



Sally kau selalu sendiri
Sampai kapanpun sendiri
Hingga kau lelah menanti
Hingga kau lelah menangis

Sally kau selalu sendiri
Sampai kapanpun sendiri
Hingga kau lelah menanti
Hingga kau lelah menangis

Ku ingin Sally mencariku
Ku inginkan dia terbang jauh
Ku ingin hatinya hanya satu
Ku ingin hatinya hanya aku

 download lagunya disini


 Ada Apa Denganmu
Sudah... maafkan aku... segala salahku
Dan bila kau tetap bisu ungkapkan salahmu

Dan aku... sifatku, dan aku khilafku...
Dan aku... cintaku, dan aku rinduku...

Sudah... lupakan semua... segala berubah
Dan kita terlupa... dan kita terluka

Dan aku... sifatku, dan aku khilafku...
Dan aku... cintaku, dan aku rinduku...

Reff :

Kutanya malam... dapatkah kau lihatnya
Perbedaan yang tak terungkapkan
Tapi mengapa kau tak berubah
Ada apa denganmu...

Oh hanya malam...
Dapat meleburkan segala rasa
Yang tak terungkapkan
Tapi mengapa kau tak berubah
Ada apa denganmu




Aku

Seperti aku
Seperti jiwaku
Menyusuri telaga waktu
Seperti langkahku

Sejenak berhenti
Kau dapat berdiri
Lalu kau bersiap berlari
Menapaki bumi

Jangan berhenti
Tetaplah berdiri
Lalu kau bersiap berlari
Berada di bumi

Hatiku slalu tetap begitu
Tetaplah di belakangku
Hingga hari berhentinya waktu
Tetap iringi langkahku

Suaraku tak lagi bertahan
Tapi kau selalu membawaku


Aku Dan Bintang

Lihat ke langit luas
Dan semua musim terus berganti
Tetap bermain awan
Merangkai mimpi dengan khayalku
Selalu bermimpi dengan hariku

Pernah kau lihat bintang
Bersinar putih penuh harapan
Tangan halusnya terbuka
Coba temani, dekati aku
Selalu terangi gelap malamku

Dan rasakan semua bintang
Memanggil tawamu terbang ke atas
Tinggalkan semua, hanya kita dan bintang
Yang terindah meski terlupakan
Dan selalu terangi dunia
Mereka-reka, hanya aku dan bintang



Kukatakan Dengan Indah

Ku katakan indah dengan terbuka hatiku hampa
Sepertinya luka menghampirinya
Kau beri rasa yang berbeda mungkin ku salah...
Mengartikannya yang ku rasa cinta

Tetapi hatiku selalu meninggikanmu
Terlalu meninggikanmu, selalu meninggikanmu

Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu

Membuatku terjatuh dan terjatuh lagi
Membuatku merasakan yang t'lah terjadi
Semua yang terbaik dan yang terlewati
Semua yang terhenti tanpa ku akhiri

Membuatku terjatuh dan terjatuh lagi
Membuatku merasakan yang t'lah terjadi
Semua yang terbaik dan yang terlewati
Semua yang terhenti tanpa ku akhiri

Kau hancurkan hatiku tak tertahan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Kau terangi jiwaku kau redupkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu

Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu

Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Oooo...ooo...ooo...ooo...melihatmu



Kupu-Kupu Malam

ada yg benci dirinya
ada yg butuh dirinya
ada yg berlutut mencintanya
ada pula yg kejam menyiksa dirinya

ini hidup wanita si kupu-kupu malam
bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
bibir senyum kata halus merayu memanja
kepada setiap mereka yg datang
dosakah yg dia kerjakan
sucikah mereka yg datang
kadang dia tersenyum dalam tangis
kadang dia menangis di dalam senyuman

oh apa yg terjadi, terjadilah
yg dia tahu Tuhan penyayang umatnya
oh apa yg terjadi, terjadilah
yg dia tahu hanyalah menyambung nyawa



Masa Lalu Tertinggal


aku adalah jari jari
memegang
roda putar bumi
tenang disisi panikku
mengetuk rasa membawaku

disini tersenyum
disatu diri kumelamun
terangi sisi gelapku
merenung...
arah menuntunku

sadari langkahku
dicelah bumi
ku terpaku
mencari arti hidupku
yang baru
relakan nafasku

kumenunggu datang terang
biarkan gelap menghilang
bantu aku tuk menunggu
roda membawaku

dan kini kubiarkan
masa lalu menghilang
dan tanpa beban
aku meninggalkan belakang

lalu kubiarkan
masa lalu menghilang
tanpa beban
aku meninggalkan belakang




Membebaniku

Tertidur lagi....
Masih menangis dalam sela waktu
Dan tanganku ini
Masih memegang erat kepalaku
Uh...uh..uh... kepalaku

Semua yang membebaniku
Sungguh membebaniku
Sungguh membebaniku
Sungguh membebaniku

Lemah tetap menari
Langkahku... mencoba tetap
Berdiri, kumenangis... masih tetap
Mencari jalanku,
Memahami beban itu



Mimpi Yang Sempurna

Mungkinkah bila kubertanya pada bintang-bintang
Dan bila kumulai merasa bahasa kesunyian
Sadarkah aku yang berjalan dalam kehampaan
Terdiam terpana terbata semua dalam keraguan

Aku dan semua yang terluka karena kita

Aku kan menghilang dalam gelap malam
Lepas ku melayang
Biarlah kubertanya pada bintang-bintang
Tentang arti kita

Dalam mimpi yang sempurna



Mungkin Nanti

Saatnya ku berkata mungkin yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua kuyakin inilah waktunya
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini

Dan bila hatimu termenung bangun dari mimpi2mu
Membuka hatimu yang dulu cerita saat bersamaku
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini

Tak usah kau tanyakan lagi simpan untukmu sendiri
Semua sesal yang kau cari semua rasa yang kau beri



Sahabat

Bayangkan ku melayang
Seluruh nafasku terbang
Bayanganku menghilang
Semua tanpamu teman

Bila nafasku lepas
Semua langkah yang lelah
Semua waktu yang hilang
Tapi bayangmu tetap

Ingatkan ku semua, wahai sahabat
Kita untuk selamanya, kita percaya
Kita tebarkan arah dan tak pernah lelah
Ingatkan ku semua, wahai sahabat

Ingatkan ku semua, wahai sahabat
Kita untuk selamanya, wahai sahabat
Kita bagai cerita, wahai sahabat
Ingatkan ku semua, wahai sahabat




Satu Hati

Bagai bunga harum nafasmu yang kurasa
Santun warna yang beri kesejukan
Hilangkan rasa gelap

Bagai sirna semua kata yang tak terungkap
Segala rasa yang tak pernah bicara
Tak pernah tak terucap

Satu hati yang kuberi cinta kuberi rasa
Kuberikan sanjungan
Tuk saling cinta saling menjaga
Tuk saling menyatukan




Yang Terdalam


Kulepas semua yang ku inginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti

Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti

Reff :

Takan lelah
Aku menanti
Tak hilang
Cintaku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan kukenang di hati saja

Kau telah tinggalkan
Hati yang terdalam
Hingga tiada cinta
Tersisa dijiwa






Peterpan - 2 DSD

Kumenatap langit yang tenang
Dan tak kan menangisi malam
Tuk tetap berdiri melawan hari
Kuakan berarti ku takkan mati

Mungkin masaku tlah berlalu
Mungkin hatiku tak berbentuk lagi
Rasa ini takkan terobati
Tetapi mati takkan mengobati

Kumenatap langit yang terang
Dan takkan menangisi malam
Kutetap berdiri...kumelawan hari
Ku akan berarti ku takkan mati

Ahhh...

Kumenatap langit yang terang
Dan takkan menangisi malam
Kutetap berdiri...kumelawan hari
Ku akan berarti ku takkan mati

Kutakkan mati!!!






Peterpan - Aceh (Ayah)

Dimana akan kucari
Aku menangis seorang diri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi

Untuk Aceh tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata dipipiku
Aceh dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi



Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Denganmu aku bernyanyi 








Peterpan - Bintang Di Surga

Masih ku merasa angkuh
Terbang kenanganku jauh
Langit kan menangkapku
Walau kan terjatuh

Dan bila semua tercipta
Hanya untukku merasakan
Semua yang tercipta
Hampa hidup terasa

Lelah tatapku mencari
Arti untukku membagi
Menemani langkahku
Namun tak berarti

Dan bila semua tercipta
Tanpa harus ku merasakan
Cinta yang tersisa
Hampa hidup terasa

Reff:

Bagai bintang di surga
Dan seluruh warna
Dan kasih yang setia
Dan cahaya nyata

Oh bintang di surga
Berikan cerita
Dan kasih yang setia
Dan cahaya nyata





Peterpan - Cobalah Mengerti

    aku takkan pernah berhenti
    akan terus memahami
    masih terus berfikir
    bila harus memaksa
    atau berdarah untukmu
    apapun yang kurasakan
    mencoba menerimaku

    dan kamu hanya perlu terima
    dan tak harus memahami
    dan tak harus berfikir
    hanya perlu mengerti
    aku bernafas untukmu
    jadi tetaplah disini
    dan mulai menerimaku

    cobalah mengerti
    semua ini mencari arti
    selamanya takkan berhenti
    inginkan rasakan
    pintu ini menjadi satu
    biar waktu yang memisahkan

    cobalah mengerti
    semua ini mencari arti
    selamanya takkan berhenti
    inginkan rasakan
    pintu ini menjadi satu
    biar waktu yang memisahkan

    cobalah mengerti
    semua ini mencari arti
    selamanya takkan berhenti
    inginkan rasakan
    pintu ini menjadi satu

    biar waktu yang memisahkan




 Peterpan - Bebas

    jangan pegang langkahku
    kuingin bergerak
    jangan genggam tanganku
    biarkan terbuka

    hingga waktu tak terkira
    aaa….
    sampai hati tak berdetak
    aaa…

    bebas kemanapun
    tak akan terluka
    terserah ini aku
    ku tak kan terluka

    jangan pegang langkahku
    kuingin bergerak
    jangan genggam tanganku
    biarkan terbuka

    hingga waktu tak terkira
    aaa….
    sampai hati tak berdetak
    aaa…

    bebas kemanapun
    tak akan terluka
    terserah ini aku
    ku tak kan terluka

    jangan pegang langkahku
    kuingin bergerak
    jangan genggam tanganku
    kuingin bergerak





Peterpan - Dan Hilang

Bisa kau dengarkan aku
Coba pahami aku
Kita tak bisa bertahan
Kita tak bisa menahan

Kau pegang arahku
Coba tunjuk langkahku
Aku tak bisa bertahan
Aku tak bisa menahan

Dan hilang semua impianku
Hilang semua harapanku
Hilang bersama resahku
Hilang terbawah arah

Perhatikan jejak langkahku
Bersama harga diriku
Serendah-rendah namamu
Serendah-rendah namamu

Bisa kau dengarkan aku
Coba pahami aku
Kita tak bisa bertahan
Kita tak bisa menahan

Kau pegang arahku
Coba tunjuk langkahku
Aku tak bisa bertahan
Aku tak bisa menahan




Peterpan - Di Balik Awan

Ku tak selalu begini
Terkadang hidup memilukan
Jalan yang kulalui
Untuk sekedar bercerita

Pegang tangan ku ini
Dan rasakan yang kuderita
Apa yang kuberikan
Tak pernah jadi kehidupan

Semua yang kuiginkan
Menjauh dari kehidupan

Tempat kumelihat di balik awan
Aku melihat di balik hujan
Tempatku berdiam tempat bertahan
Aku terdiam di balik hujan

a….a….a….

Pegang tangan ku ini
Dan rasakan yang kuderita
Genggam tanganku ini
Genggam perihnya kehidupan

Apa yang kuberikan
Tak pernah jadi kehidupan
Semua yang kuingikn
Menjauh dari kehidupan

Tempat kumelihat di balik awan
Aku melihat di balik hujan
Tempatku berdiam tempat bertahan
Aku terdiam di balik hujan




 Peterpan - Di Belakangku

Kau peluk aku sebelum membunuhku
Tersenyum melihatku merenung melihatmu
Kau menungguku menunggu ku terjatuh
Setiap langkah tertuju setia dalam menunggu

Aku menunggumu menunggumu menunggumu mati
Didepanku didepanku didepanku

Kau peluk aku sebelum membunuhku
Tersenyum melihatku merenung melihatmu

Aku menunggumu menunggumu menunggumu mati
Didepanku didepanku didepanku

Apa yang kau lakukan dibelakangku
Mengapa tak kau tunjukkan dihadapanku
Apa yang kau lakukan dibelakangku
Dibelakangku dibelakangku dibelakangku....
Dibelakangku

Aku menunggumu menunggumu menunggumu mati
Didepanku didepanku didepanku





Peterpan - Dilema Besar

Mulai terasa lelah aku bertahan
Terlalu lama kau terdiam
Terlalu lama kau meredam.. cinta

Berapa besar yang ku dapatkan
Tak selamanya ku mengalah
Tak selamanya ku diam... aaa

Reff:
Pernah ku pergi.. dari ini
Di tempat kau berpaling
Dan bila ku pergi dari ini
Akankah kau kembali

Harus berapa lama terus berjalan

www.rizkyonline.com
Dalam hati tak teryakinkan
Segalanya kan berubah oo.. na..na..na..

Back to Reff

Ku dapat menerima

Tapi tak mengerti oooooo






Peterpan - Diatas Normal

Pikiranku
Tak dapat kumengerti
Kaki dikepala
Kepala dikaki
Pikiranku
Patutnya menyadari
Siapa yang harus
Dan tak harus kucari

Tetapi tak dapat ku mengerti

Sesuatu
Yang baru kusadari
Kau tinggalkanku
Tanpa sebab yang pasti
Sesuatu yang harusnya terjadi
Kau sakiti aku
Kau yang harus ku benci

Tetapi tak dapat ku mengerti
Tetapi tak dapat ku mengerti

Ku mencari sesuatu yang telah pergi
Ku mencari hati yang kubenci
Ku mencari sesuatu yang tak kembali
Ku mencari hati yang kubenci

Ku mencari
Tetap tak dapat kutemui

ku mencari hati yang kubenci




Peterpan - Hari Yang Cerah


pagi biar kusendiri

jangan kau mendekat

wahai matahari

dingin hati yang bersedih

tak begitu tenang mulai terabaikan


hari yang cerah untuk jiwa yang sepi

begitu terang untuk cinta yang mati

ah... ku coba bertahan dan tak bisa




biru langit kelabuku

tak begitu luas seperti memudar

kini tak terulang lagi

di hari yang cerah dia telah pergi


hari yang cerah untuk jiwa yang sepi

ahh... ku coba bertahan dan tak bisa

ahh... mencoba melawan ku lepas

hari yang cerah untuk jiwa yang sepi...

begitu terang untuk jiwa yang mati


hari yang cerah untuk jiwa yang sepi

ahh... ku coba bertahan dan tak bisa

ahh... mencoba melawan ku lepas

semua telah hilang ....
semua telah ....






Peterpan - Khayalan Tingkat Tinggi

Awal ku melihat
Kuyakin ini bukanlah yang biasa
Mengagumkan
Melemahkan aku melihat tatap matanya

Garis tawanya
Waktu berhenti apabila ku memandangnya
Mengagumkan
Melemahkan aku melihat tatap matanya

Reff:

Khayalan ini setinggi-tingginya
Seindah-indahnya
Tepat ku memikirkannya

Bila ku dapat ku simpan wajahnya
Memegang indahnya
Berpura memilikinya

Yang kunanti saat memegang tangannya

Sampai nanti tetap memegang tangannya






Peterpan - Kisah Cintaku

Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini kusedari
Dia telah pergi tinggalkan diriku

Adakah semua 'kan terulang ( adakah )
Kisah Cintaku Yang seperti dulu ( mungkinkah terulang )
Hanya dirimu yang kucinta dan kukenang
Di Dalam Hatiku Takkan pernah hilang

Bayangan dirimu Untuk selamanya

Reff :
Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah kupergi tinggalkan dunia

Agar aku dapat berjumpa dengan mu






Peterpan - Kita Tertawa

Kita masih disini
Lepaskan semua untuk mengerti
Dan bila semua terhenti
Biarkan aku tetap menanti

Dengarkan aku bicara untuk sesaat
Dan terus berharap

Kita tertawa kita bicara
Untuk merasakan tentang kita
Dan terlepas kita terdiam
Untuk melupakan

Waktu terus berlalu
Tinggalkan kita masih membisu
Wajahmu tetap begitu

Biarkan semua tetap membeku






Peterpan - Kota Mati

Makna seperti menghilang

Di kota ini

Hitam dan putih masa lalu

Telah membisu


Semua berakhir disini

Tempat ku mula bermimpi

Masih menari disini

Langkahmu yang telah pergi


Udara kini berubah

Di kota mati

Seperti kisah masa lalu

Kini membisu

Coba dengar ku berbisik

Suara yang tlah mengering

Hatiku mati disini

Terdiam dan tak mengerti


Coba dengar ku berbisik

Suara yang tlah mengering

Masih bertahan sisa mimpi-mimpiku

Di kota ini


Kini bertahan sisa mimpi-mimpiku

Di kota ini


Semua berakhir disini

Tempat ku mula bermimpi

Hatiku mati disini

Terdiam dan tak mengerti






Peterpan - Kukatakan Dengan Indah

Ku katakan indah dengan terbuka hatiku hampa
Sepertinya luka menghampirinya
Kau beri rasa yang berbeda mungkin ku salah...
Mengartikannya yang ku rasa cinta

Tetapi hatiku selalu meninggikanmu
Terlalu meninggikanmu, selalu meninggikanmu

Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu

Membuatku terjatuh dan terjatuh lagi
Membuatku merasakan yang t'lah terjadi
Semua yang terbaik dan yang terlewati
Semua yang terhenti tanpa ku akhiri

Membuatku terjatuh dan terjatuh lagi
Membuatku merasakan yang t'lah terjadi
Semua yang terbaik dan yang terlewati
Semua yang terhenti tanpa ku akhiri

Kau hancurkan hatiku tak tertahan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Kau terangi jiwaku kau redupkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu

Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu

Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu

Oooo...ooo...ooo...ooo...melihatmu






Lirik Lagu Peterpan - Terbaik dan Terindah

Dimana tempatku
Disitu mauku
Biarkan ku mampu berjalan sendiri
Tanpa kau coba menuntunku

Bridge:
Kau tahu jalanku
Engkau memilihku
Untukmu berbagi dari hati untuk jiwa

Reff:
Jika ku harus memilih
Ku tunjuk satu yang terbaik yang terindah
Jika kau mau memberi
Berikan aku yang terbaik

Waktu kan menunggu
Menanti diriku
Biarkan ku mampu berjalan sendiri
Tanpa kau coba menuntunku
Back to Bridge:






Peterpan - Tak Bisakah

Hatiku bimbang dengan tetap pikirkanmu
Selalu-s'lalu dalam hatiku
Kumelangkah sejauh apapun itu
Selalu kau didalam hatiku

Ku berjalan-berjalan memutar waktu
Berharap temukan sisa hatimu
Mengertilah ku ingin engkau begitu
Mengerti kau didalam hatiku

Tak Bisakah kau menungguku
Hingga nanti tetap menunggu
Tak Bisakah kau menuntunku
Menemani dalam hidupku

Ku berjalan-berjalan memutar waktu
Berharap temukan sisa hatimu
Mengertilah ku ingin engkau begitu
Mengerti kau didalam hatiku

Jangan Kau mencari hidupku
Kemana Kau tau isi hatiku
Tunggu sejenak aku disitu
Jalanku jalan menemukanmu

Tak Bisakah kau menungguku
Hingga nanti tetap menunggu
Tak Bisakah kau menuntunku

Menemani dalam hidupku 

Sabtu, 29 Oktober 2011

Thirteen band



 Band asal Jakarta ini emang belum lama terbentuk. Tapi soal jam terbang nggak usah diraguin lagi. Udah banyak gigs yang mereka jelajahi dan nggak ada cerita tuh mereka kaku di panggung
Band ini digawangi oleh enam orang cowok yaitu :
Raynard (vokal)
Bobond (gitar)
Echa (gitar)
Ruday (keyboard)
Dicky Dukun (bass)
dan Adit Maman (drum) 
ini beneran lagi kenceng di kancah metal lokal.

    Dengan berbekal lagu-lagu metal ekperimental, begitu mereka menyebutnya,terciptalah album bertajuk It’s All About Party Music and Friendship yang bulan Juni lalu resmi mereka lempar ke pasaran.

    Singel andalannya adalah Cherry Pettite Rasberry. Lagu ini sukses membakar Spazio di Pim 2, pertengahan bulan Juli kemarin, saat mereka menggelar launching album. Nama Thirteen sendiri mereka ambil karena mereka percaya angka sial tersebut bakalan mereka jadikan sebuah keberuntungan. We’ll see..

About Thirteen
   Thirteen was founded at the end of year 2006. Raynard, (ex-The Murder Robots) and Bobond (LoveHateLove) meet and share the idea to form a new group with the mission to present unique and innovative music which collide and complement with various metal groups.

  It was then Bobond who starts to invite his friends to join the experiment in order to form a new group. Those friends are Echa (The Soul Shoes), Adit (The Soul Shoes), Dicky (ex-Pathetic) dan Rudy (Amakusa).

  At the very beginning this new formation was named Devil May Cry but this name is rejected two times by Tom Myspace as the name Devil May Cry has already being used by other group. Therefore all members agree to rename the group to Thirteen.

  At the early stage Thirteen was not running smoothly as Raynard was still engaged with his old group The Murder Robots. When Raynard decided to leave The Murder Robots, Thirteen started to roll and began to prove that they are quite serious in their music and started creating something “different” for their own pleasure.

  Thirteen presents unconventional music, mostly with metal experiment mixed with unique beats, synth sound, guitar effect, accompanied with growl/scream and soft sound. At this moment Thirteen mostly plays its own compilation and The Devil Wears Prada acts as the cover song.

   Thirteen has performed well in several gigs and event in Jakarta. The responses from the audiences are encouraging. Thirteen hopes to be able to continuously create good music with better lyrics, enhanced technical skill, improved stage performance and hopefully this will be achieved with the existing personnel formation.

At this moment Thirteen owns eight songs in the portfolio. The music and lyrics are fully self created and compiled. Many friends, fans and audiences often ask: “What is the style of your group?” Frankly speaking, Thirteen does not know the right answer because in every Thirteen song you will find many music elements such as Metal, Emo, Screamo, Disco, Punk, Jazz, Funk, etc. Thirteen will try not to follow certain music stream because Thirteen is happy to improvise and hope that the music will entertain broader audience. Therefore, we think our Genre may represent a mixed type of Experimental/Progressive/Electro or you can called it Whatevercore.

   This is a short story and biodata of Thirteen and its personnel. We always hope that whatever we do in the future will bring benefit to us and also excitement to all who loves our music.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Asal Usul Kota Tuban

Kabupaten Tuban adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur,Indonesia. Ibu kotanya berada di kota Tuban. Luasnya adalah 1.904,70 km² dan panjang pantai mencapai 65 km.
Kota Tuban memiliki asal usul dalam beberapa versi yaitu yang pertama disebut sebagai TUBAN yang berarti waTU tiBAN(batu yang jatuh dari langit) yaitu batu pusaka yang dibawa oleh sepasang burung dari Majapahit menuju Demak, dan ketika batu tersebut sampai di atas Kota Tuban, batu tersebut jatuh dan dinamakan Tuban. Adapun versi yang kedua yaitu berarti meTU BANyu berarti keluar air, yaitu peristiwa ketika Raden Dandang Wacana (Kyai Gede Papringan) atau Bupati Pertama Tuban yang membuka Hutan Papringan dan anehnya, ketika pembukaan hutan tersebut keluar air yang sangat deras. Hal ini juga berkaitan dengan adanya sumur tua yang dangkal tapi airnya melimpah, dan anehnya sumur tersebut dekat sekali dengan pantai tapi airnya sangat tawar. Ada juga versi ketiga yaitu TUBAN berasal dari kata ‘Tubo’ atau Racun yang artinya sama dengan nama kecamatan di Tuban yaitu Jenu.
Pemerintahan Kabupaten Tuban ada sejak tahun 1293 atau sejak pemerintahan Kerajaan Majapahit. Pusat pemerintahannya dulu adalah diDesa Prunggahan Kulon kecamatan Semanding dan kota Tuban yang sekarang dulunya adalah Pelabuhan karena dulu Tuban merupakan armadaLaut yang sangat kuat. Asal nama Tuban sudah ada sejak pemerintahan Bupati Pertama yakni Raden Dandang Wacana. Namun, pencetusan tanggal harijadi Tuban berdasarkan peringatan diangkatnya Raden Haryo Ronggolawepada 12 November 1293. Tuban dulunya adalah tempat yang paling penting dalam masa Kerajaan Majapahit karena memiliki armada laut yang sangat kuat.
Perjuangan masyarakat Tuban dalam melawan penjajah sangatlah gigih. Dengan bersenjatakan Bambu Runcing, mereka melawan penjajah. Namun, strategi masyarakat Tuban adalah dengan menggunakan Tuak, maksudnya, Penjajah disuguhi minuman memabukkan tersebut. Ketika mereka sudah tidak sadarkan diri, mereka menyerang dan menghancurkan pos dan bentengpertahanan penjajah. Seiring kemajuan zaman, Tuban sekarang tidak sepenting dulu. Tuban sekarang sudah mulai dilupakan oleh masyarakatIndonesia, padahal Tuban mengandung nilai sejarah tinggi dan besar peran serta perjuangan masyarakat Tuban dalam melawan penjajah itu sudah mulai luntur dalam dunia pemerintahan Indonesia saat ini

Asal Usul Not

Sebagai musisi, anda pasti mengenal apa itu “NOTASI” tetapi tahukah anda sejak kapan dipakai untuk menuliskan sebuah lagu?
Di Ugarit, Syria ditemukan beberapa tulisan persegi (dari th 1400 sM) yang menyanyikan lagu2 dalam bhs Huri, disertai sejenis notasi, tetapi tidak berhasil untuk di tiru atau di nyanyikan ulang. Begitu juga tidak ada kepastian apakah bangsa Ibrani mempunyai suatu sistem notasi, memang telah di usahakan untuk menafsirkan tanda-tanda tekanan suara dari naskah Ibrani, sebagai bentuk notasi, tetapi ternyata tidak berhasil, sebab tanda-tanda tekanan suara itu lebih diperuntukan untuk mengucapkan daripada untuk musik, disamping itu
tanda2 tersebut merupakan tambahan yang dibuat dari karya aslinya. Dengan tidak adanya notasi musik yang dibakukan ataupun yang bisa ditulis, kita tidak akan bisa menyebar luaskan satu karya musik ataupun
mewariskannya ke generasi penerus. Karena adanya notasi musik inilah, maka hingga saat ini kita masih bisa tetap menikmati hasil karya dari Bach, Mozart maupun Beethoven.
Siapa sebenarnya pencetus ide dari notasi musik barat modern seperti yang kita kenal sekarang ini? Pada abad ke sebelas (995-1050) seorang rahib dari ordo Benediktin yang bernama Guido dari Arezzo berusaha mengajarkan kepada siswa-siswinya untuk menghafal nada2 dari c-d-e-f-g-a. Karena ia sudah hafal dan sudah akrab di telinganya dengan “Ut Queant Laxis”, lagu Nasrani tentang Yohanes, maka ia menciptakan alat mnemonis: UT-queant laxis RE-sonare fibris MI-re gestorum FA-muli tuorum SOL-ve pollutis LA-biis reatum Sancte Iohannes Suku kata asli dari kata2 ke enam ungkapan ini telah bisa dijadikan nama nada: ut, te, mi, fa, sol, la. Hingga saat ini kita masih menggunakan sistem ini, hanya untuk kata UT telah dirobah menjadi DO dan setelah La masih ada tambahan Si. Guido dari Arezzo inilah yang membebaskan ketergantungan manusia pada abad sebelumnya daripada tradisi oral yang turun menurun diwariskan. Karena adanya nada notasi musik inilah maka umat manusia sekarang ini bisa memiliki harta simpanan yang sangat besar berupa ratusan ribu karya musik mulai dari karya musik yang berat, sampai ke lagu2 yang sederhana sampai dengan simfoni2 yang rumit. Melalui notasi ini pulalah, musik mulai bisa ditulis dan diajarkan dari lembaran musik, teori musik pun bisa diikuti melalui notasi dengan mana lebih mudah untuk mempelajari sebuah lagu maupun instrumen dari musik, dan mulai saat itu pula polifoni (lebih dari satu irama yang bisa dimainkan bersamaan) begitu juga dengan menciptakan keharmonian dalam nada musik maupun lagu. Dari sekolah Notre Dame di Paris terciptakan motet. Motet adalah awal harmoni empat bagian soprano, alto, tenor dan bas.
John C Hatton yang hidup diabad ke 18 tepatnya pada tahun 1793 telah menciptakan satu melodi yang lebih dikenal dengan nama “Duke Street”, berdasarkan nama jalan tempat dimana ia tinggal di St Helen, Inggris.

Asal mula Jancok

Bagi kalian yang orang jawa timur, pasti sudah tak asing lagi dengan kata jancok, kata ini sangat terkenal di jawa timur, Bahkan orang-orang di jawa tengah dan jawa barat pun sering mengucapkan kata ini. Lantas apa sebenarnya arti kata Jancok dan bagaimana asal mulanya bisa terbentuk kata ini.

Jancok atau dancok adalah sebuah kata khas Surabaya yang telah banyak tersebar hingga meluas ke seantero Indonesia bahkan sudah mendunia. Warga Jawa Timur seperti Surabaya, Malang dll turut andil dalam penyebaran kata ini.


Jancok berasal dari kata 'encuk' yang memiliki padanan kata bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase 'di-encuk' menjadi 'diancok' lalu 'dancok' hingga akhirnya menjadi kata 'jancok'.

Ada banyak varian kata jancok, semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancurit, hancik, hancuk, hancok, dll. Kata jangkrik, jambu adalah salah satu contoh bentuk kata yang lebih halus dari kata jancok.

Makna asli kata tersebut sesuai dengan asal katanya yakni 'encuk' lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata umpatan pada saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang.

Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo.

Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi penuh keakraban, akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang. Misalnya, "Yoopo kabarmu, cuk", "Jancok sik urip ae koen, cuk?". Serta orang yang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah, karena percakapan tersebut diselingi dengan canda tawa penuh keakraban dan berjabat tangan dong... Hehehehe....

Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan keheranan atau komentar terhadap satu hal. Misalnya "Jancok! Ayune arek wedok iku, cuk!", "Jancuk ayune, rek!", "Jancuk eleke, rek", dll. Kalimat tersebut cocok dipakai bila melihat sesosok wanita cantik yang tiba-tiba melintas dihadapan. Hehe...

Akhiran 'cok' atau 'cuk' bisa menjadi kata seru dan kata sambung bila penuturnya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. "Wis mangan tah cuk. Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan yo cuk. Luwe cuk.". Atau "Jancuk, maine Arsenal mambengi uelek cuk. Pemaine kartu merah siji cuk.

dan memang, kata ini sangat enak diucapkan, sampai sampai saya ketagihan mengucapkan kata ini, walaupun arti yang saya tekankan bukanlah arti kotor, tapi hanya sekedar kata pemanggilan saja, dan ternyata di pergaulan sekolah saya kata itu sudah biasa

referensi : http://anangku.blogspot.com/2009/02/jancok.html 

Sumber: http://sekedar-tahu.blogspot.com/2010/02/asal-mula-kata-jancok.html#ixzz1aBKiVzts

Rabu, 05 Oktober 2011

Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia

Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia

1. Bukti-Bukti Masuknya Islam di Indonesia

Agama Islam lahir di Kota Mekah, Arab Saudi. Agama Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad saw. Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia sejalan dengan perdagangan dan pelayaran. Agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat (India).

Ada beberapa pendapat yang menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Agama Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke-7 M. Pen­dapat ini didasarkan pada berita dari pedagang Arab yang telah menjalin hubungan dagang dengan Indonesia pada masa Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 M.
b. Agama Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke-11. Pen­dapat ini didasarkan pada penemuan nisan makam Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, Jawa Timur yang berangka tahun 1082 M.
c. Agama Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke-13. Pen­dapat ini didasarkan pada berita Marcopolo (1292 M) dan batu nisan makam Sultan Malik al-Saleh (1297 M).

2. Peranan Para Ulama dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Peranan ulama sangat besar dalam proses awal perkem-bangan Islam di Indonesia. Mereka sangat aktif menyebarkan agama Islam di berbagai wilayah di Indonesia. Para ulama yang sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam di Jawa adalah Wali Sanga.


Adapun nama Wali Sanga adalah sebagai berikut:
1.   Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik, berasal dari Persia.
2.   Sunan Ampel atau Raden Rahmat.
3.   Sunan Drajat atau Syarifudin (putra Raden Rahmat).
4.   Sunan Bonang atau Mahdum Ibrahim (putra Raden Rahmat).
5.   Sunan Giri atau Raden Paku (murid Sunan Ampel).
6.   Sunan Kalijaga atau Joko Said.
7.   Sunan Kudus atau Jafar Sidiq.
8.   Muria atau Raden Umar Said.
9.   Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.

Penyebaran agama Islam di Jawa selain dilakukan oleh Wali Sanga juga dilakukan oleh para ulama, seperti Syekh Bentong (berdakwah di sekitar Lawu), Sunan Bayat (berdakwah di Klaten), Sunan Panggung (berdakwah di Tegal), Syekh Abdulmulyi (berdakawah di Tasikmalaya), Sunan Sendang Duwur, dan Sunan Prapen (di Daerah Sendang Duwur Lamongan). Dakwah Islam itu juga dilakukan oleh beberapa ulama besar, seperti Dato'ri Bandang di daerah Gowa Makassar; Dato' Sulaeman di daerah Sulawesi Tengah dan Utara; Tuan Tunggang ri Parangan di Kalimantan Timur.

Islam berkembang di Indonesia melalui saluran perdagangan, dakwah, pernikahan,pendidikan  (pesantren), dan kesenian (pertunjukan wayang). Melalui cara-cara tersebut agama Islam cepat berkembang di Indonesia. Beberapa faktor yang mendorong Islam berkembang dengan cepat di Indonesia, antara lain:
1.        Islam tidak mengenal kasta atau pembagian masyarakat;
2.        Syarat untuk masuk Islam sangat mudah;
3.        Upacar keagamaan dalam Islam lebih sederhana;
4.        Semua manusia mempunyai kedudukan sama;
5.        Penyebaran Islam dilakukan melalui cara yang damai;
6.        Penyebaran Islam didukung oleh para raja atau tokoh lokal yang dihormati rakyat.

3. Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

1. Kerajaan Samudra Pasai
Samudra Pasai terletak di sebelah utara Perlak, Aceh. Samudra Pasai merupakan gabungan dari dua kerajaan, yaitu Kerajaan Samudra dan Kerajaan Pasai. Kerajaan Samudra Pasai didirikan oleh Malik al-Saleh (Marah Silu).

2. Kerajaan Aceh Darussalam
Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ibrahim atau Ali Mughayat Syah (1514-1523). Kerajaan Aceh mencapai zaman kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada masa pemerintahannya, disusun undang-undang tata pemerintahan yang disebut Mahkota Alam. Kekayaan Kerajaan Aceh berasal dari hasil perkebunan alam lada. Kerajaan Aceh mulai mengalami kemunduran sejak masa pemerintah Sultan Iskandar Thani.


3. Kerajaan Demak

Demak pada mulanya adalah daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, Demak memisahkan diri. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa. Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah (Putra Raja Brawijaya V dari Majapahit).
Raja-raja yang pemah memerintah di Demak yaitu:
1.   Raden Patah (Sultan Alam Akbar Al Fatah);
2.   Pati Unus (Pangeran Sabrang Lor);
3.   Sultan Trenggana.

Sultan Trenggana adalah raja terbesar Demak. Pada masa pemerintahan Sultan Trenggana, muncul pemimpin perang yang sangat terkenal, yaitu Fatahillah. Fatahillah berhasil mengamankan Banten dan Sunda Kelapa (Jayakarta atau sekarang Jakarta) dari pengaruh Portugis.

Setelah Sultan Trenggana wafat, Demak mulai mengalami keruntuhan. Demak runtuh setelah terjadi konflik perebutan kekuasaan antara keturunan Sultan Trenggana dan keturunan Pangeran Sekar Sedolepen. Jaka Tingkir yang berhasil memadamkan konflik tersebut memindahkan pusat Kerajaan Demak ke daerah Pajang.

4. Kerajaan Pajang

Kerajaan Pajang didirikan oleh Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Berdirinya Kerajaan Pajang bermula dari peristiwa pertempuran antara Arya Penangsang (Putra Pangeran Sekar Sedolepen) dan Jaka Tingkir. Dalam pertempuran tersebut, Jaka Tingkir berhasil membunuh Arya Penangsang atas bantuan Ki Ageng Pamanahan, Ki Ageng Penjawi, dan Sutawijaya (Anak Ki Ageng Pemanahan). Selanjutnya, Jaka Tingkir memindahkan pusat kekuasaan Kerajaan Demak ke Pajang. Setelah manjadi raja, Jaka Tingkir mengangkat Ki Ageng Pamanahan menjadi bupati di Mataram (Mentaok). Ki Ageng Penjawi diangkat menjadi bupati Pati, dan Sutawijaya dijadikan anak angkat.

Keberadaan Kerajaan Pajang tidak bertahan lama. Setelah Sultan Hadiwijaya wafat, di Pajang terjadi perebutan kekuasaan antara Pangeran Benawa (anak Sultan Hadiwijaya) dan Arya Pangiri (Bupati Demak). Atas bantuan Sutawijaya, Arya Pangiri berhasil dikalahkan. Selanjutnya, Pangeran Benawa menyerahkan takhta Kerajaan Pa­jang kepada Sutawijaya. Oleh Sutawijaya, pusat pemerintahan kerajaan dipindahkan ke Mataram.

5. Kerajaan Mataram

Setelah berhasil memindahkan pusat kerajaan, Sutawijaya dinobatkan menjadi Raja Mataram dengan gelar Panembahan Senapati Ing Alaga Sayidin Panatagama. la memerintah Mataram mulai tahun 1586. Pada tahun 1601, Panembahan Senapati wafat dan posisinya digantikan oleh putranya yang bernama Mas Jolang. Pemerintahan Mas Jolang tidak berlangsung lama. Pada tahun 1613, ia wafat. Selanjutnya, posisinya di­gantikan oleh putrahya yang bemama Mas Rangsang atau Sultan Agung.

Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mencapai puncak kejayaan. Sul­tan Agung pernah memerintahkan pasukannya untuk menyerang VOC di Batavia pada tahun 1628 dan 1629. Namun, penyerangan tersebut mengalami kegagalan karena lumbung padi/logistik pasukan Mataram dibakar oleh VOC.

Pada masa kekuasaan Sultan Agung berkembang kesusastraan Jawa. Karya sastranya yang terkenal berjudul Sastra Gending. Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan dimakamkan di Imogiri. Setelah Sultan Agung wafat, Kerajaan Mataram mulai mengalami kemunduran.

6. Kerajaan Cirebon

Kerajaan Cirebon didirikan oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Pada awalnya, Cirebon merupakan bagian dari kekuasaan Demak. Namun, Cirebon dapat melepaskan diri dari kekuasaan Demak dan berdiri sebagai kerajaan yang merdeka, Kerajaan Cirebon berkembang sebagai pusat perdagangan dan pusat penyiaran agama Islam di daerah Jawa Barat.

Pemerintahan Sunan Gunung Jati di Cirebon tidak berlangsung lama karena beliau lebih menekuni bidang keagamaan. Setelah menyerahkan takhta kerajaan kepada cucunya yang bernama Panembahan Ratu, Sunan Gunung Jati segera mengundurkan diri dan menyepi di Gunung Jati.

Pada tahun 1679, Cirebon terbagi menjadi dua kekuasaan, yaitu Kasepuhan dan Kanoman. Pada perkembangan selanjutnya, Kanoman kembali dibagi menjadi dua kuasaan, yaitu Kanoman dan Kacirebonan. Dengan demikian, kekuasaan Cirebon terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. Pada akhir abad ke-17, Cirebon berhasil dikuasai VOC.

7. Kerajaan Banten

Sebelum menjadi kerajaan Islam, Banten merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Peletak dasar Kerajaan Banten adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Kerajaan Banten muncul sebagai negara merdeka setelah melepaskan diri dari Demak. Rajanya yang pertama adalah Sultan Hasanuddin (1551-1570).

Setelah Sultan Hasanuddin mangkat pada tahun 1570, Banten diperintah oleh Panembahan Yusuf. Pada tahun 1579, Panembahan Yusuf berhasil menaklukkan Pakuan dan Kerajaan Pajajaran.

Raja Banten selanjutnya adalah Maulana Muhammad yang bergelar Kanjeng Ratu Banten. Maulana Muhammad gugur dalam penyerangan ke Palembang. Pengganti Sultan Maulana Muhammad adalah putranya yang bemama Abdul Mufakir. Pada masa pemerintahan Abdul Mufakir, armada Belanda yang dipimpin Comelis de Houtman tiba di Banten.

Banten mengalami zaman kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten dilanda perang saudara. Sultan Ageng Tirtayasa terlibat perang dengan putranya yang bemama Sultan Abdul Kahar atau Sultan Haji yang bersekutu dengan VOC. Dalam perang ini, Sultan Ageng Tirtayasa berhasil dikalahkan oleh Sultan Haji dan VOC.



8. Kerajaan Makasar

Kerajaan Makassar merupakan gabungan dari Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo disatukan oleh Daeng Manrabia (Raja Gowa) dan Karaeng Mantoaya (Raja Tallo). Setelah bergabung, Daeng Manrabia diangkat menjadi Raja Makassar dengan gelar Sultan Alauddin (1591-1639). Sementara itu, Karaeng Mantoaya diangkat menjadi patih dengan gelar Sultan Abdullah. Pusat pemerintahan Kerajaan Makassar berada di Sombaopu.

Untuk memperluas wilayahnya, Makassar melakukan politik ekspansi ke wilayah lain. Akan tetapi, wilayah Bone, Wajo, dan Soppeng tetap sulit untuk ditaklukkan. Ketiga wilayah ini memperkokoh persatuannya dengan membentuk Tellumpocco atau Tiga Kekuasaan. Bone dianggap sebagai saudara tua, Wajo saudara tengah, dan Sop­peng saudara bungsu. Atas usaha keras yang dilakukan oleh Makassar, akhimya Tellum­pocco dapat ditaklukkan.

Pengganti Sultan Alaudin adalah Muhammad Said. Setelah Muhammad Said wa­fat, Makassar diperintah oleh Sultan Hasanuddin yang dikenal sebagai Ayam Jantan dari Timur. Sultan Hasanuddin membawa Kerajaan Makassar mencapai masa kejayaan. Sultan Hasanuddin berkeinginan menjadi penguasa tunggal dijalur perdagangan Indo­nesia Timur. Keinginan itu terhalang oleh VOC yang berkuasa di Maluku. Akibatnya, Makassar dan VOC sering terlibat peperangan.

Untuk menangkal ekspansi yang dilakukan Sultan Hasanuddin, VOC bekerja sama dengan Raja Bone, Am Palaka. Akhimya, VOC dapat merebut ibu kota Kerajaan Ma­kassar. Kekalahan yang diderita oleh Sultan Hasanuddin memaksanya untuk menan-datangani Perjanjian Bongaya. Setelah penandatanganan perjanjian tersebut, Kerajaan Makassar terns mengalami kemunduran dan akhimya jatuh ke tangan VOC.

9. Kerajaan Ternate

Kerajaan Ternate terletak di Maluku Utara. Ibu kota Kerajaan Temate terletak di Sampalu (Pulau Ternate). Kerajaan Temate mengalami perkembangan pesat karena wilayahnya banyak menghasilkan rempah-rempah. Rempah-rempah sangat dibutuhkan oleh para pedagang, baik dari Indonesia sendiri maupun asing.

Raja Temate yang pertama kali memeluk Islam adalah Zainal Abidin. Kerajaan Temate mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Baabullah. Wilayah kekuasaan Temate cukup luas hingga mencapai Filipina. Untuk melindungi wilayah­nya, Kerajaan Temate membangun armada laut yang kuat. Kerajaan Ternate berhasil membentuk Uli Lima atau persekutuan lima. Persekutuan ini dipimpin oleh Kerajaan Temate dengan anggotanya Obi, Bacan, Seram, dan Ambon.

10. Kerajaan Tidore

Kerajaan Tidore juga terletak di Kepulauan Maluku. Kerajaan Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku. Wilayah Kerajaan Tidore cukup luas, yaitu meliputi Pulau Seram, Pulau Halmahera, Kepulauan Kai, dan Irian (papua).

Kerajaan Tidore berhasil membentuk Uli Siwa atau persekutuan sembilan untuk menandingi Uli Lima. Uli Siwa dipimpin oleh Todore dengan anggota Jailolo, Makyan, Kai, Pulau Raja Ampat, dan pulau-pulau di sekitar Papua.

Kerajaan Tidore dan Kerajaan Temate semula hidup berdampingan. Namun, keduanya terlibat perang setelah bangsa Portugis dan Spanyol masuk ke Maluku. Bangsa Portugis yang datang ke Maluku pada tahun 1512 bersahabat dengan Kerajaan Ternate Sementara itu, Spanyol yang datang pada tahun 1522 bersahabat dengan Kerajaan Tidore. Konflik antara Portugis dan Spanyol tersebut akhimya diselesaikan melalui Perjanjian Saragosa. Menurut isi perjanjian tersebut, Spanyol diwajibkan keluar dari Maluku dan diberi hak untuk berkuasa di Filipina. Portugis diberi hak untuk berkuasa di wilayah Maluku.

Peninggalan Sejarah Bercorak Islam di Indonesia

1. Masjid
Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. Letak masjid kuno biasanya berada di sebelah barat alun-alun keraton. Arsitektur masjid-masjid kuno di Indonesia mempunyai ciiri khusus, yaitu beratap tingkat. Gaya arsitektur masjid beratap tingkat tersebu merupakan ciri khas bangunan candi. Beberapa peninggalan bersejarah Islam di Indonesia yang berupa masjid kuno, antara lain Masjid Demak, Masjid Sendang Duwur (Tuban), Masjid Agung Kasepuhan (Cirebon), Masjid dan Menara Kudus, Masjid Baiturrahman Aceh, dan Masjid Sunan Ampel di Surabaya.

2. Makam  dan Nisan

Makam-makam peninggalan zaman Islam, antara lain makam Sunan Gunung Jati di Cirebon (Jawa Barat), makam Sunan Tembayat di Klaten (Jawa Tengah), makam Troloyo di Mojokerto (Jawa Timur), dan makam raja-raja Mataram di Imogiri, Yogyakarta. Nisan-nisan kuno peninggalan zaman Islam, antara lain nisan makam Sultan Malik Al Saleh dari Samudra Pasai yang berangka tahun 1297 M, nisan makam Fatimah Binti Maimun di Leran (Gresik) yang berangka tahun 1082 M, dan nisan makam Maulana Malik Ibrahim yang berangka tahun 1419 M di Aceh Utara.

Keraton merupakan tempat tinggal raja atau sultan bersama keluarganya. Keraton juga berfungsi sebagai tempat pertemuan antara raja dan para pejabat kerajaan. Peninggalan sejarah berupa bangunan keraton, antara lain Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman di Cirebon, Keraton Kesultanan Aceh, Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Istana Raja Gowa, Istana Mangkunegaran, dan Istana Pakualaman.

3. Kaligrafi

Kaligrafi adalah seni melukis indah dalam bentuk tulisan Arab. Seni kaligrafi muncul dan berkembang karena adanya larangan dalam agama Islam untuk menggam-barkan sesuatu makhluk hidup sesuai bentuk aslinya. Seni kaligrafi mempunyai pola tertentu, misalnya pola tumbuhan dan pola makhluk hidup. Seni kaligrafi biasanya ba-nyak terdapat pada dinding-dinding masjid,* terutama pada bagian mihrab dan menara.

4. Seni Pertunjukan

Pada masa Islam, muncul seni pertunjukan yang berhubungan dengan upacara-upacara keagamaan. Upacara-upacara keagamaan yang sampai sekarang masih dilaksanakan adalah perayaan Garebeg Suro, garebek besar dan garebek maulid (sekaten). Selain sekaten, peninggalan seni pertunjukan Islam adalah tari Seudati di Aceh dan permainan Debus di Banten.

5. KaryaSastra

Tokoh pemikir sastra Islam di Indonesia yang terkenal adalah Hamzah Fansyuri dan Nuruddin ar Raniri di Sumatera. Buku-buku karya Hamzah Fansyuri banyak memuat ajaran tasawuf. Hasil karya sastra Hamzah Fansyuri adalah Syair Perahu dan Syair Si Burung Pingai. Buku-buku karya dari Nuruddin ar Raniri adalah Bustanus Salatin dan Sirotol Mustaqim.

Dilihat dari corak dan isinya, kesusastraan Islam yang berkembang di Indonesia dapat dibedakan dalam beberapa jenis sebagai berikut.
a. Hikayat
Contoh peninggalan hikayat, antara lain Hikayat Hang Tuah, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Bahtiar, dan Hikayat Si Miskin.
b. Babad
Contoh peninggalan berupa babad, antara lain Babad Giyanti dan Babad Tanah Jawi.
c. Suluk
Suluk adalah kitab-kitab yang menerangkan masalah tasawuf.
Contoh beberapa jenis kitab siiluk:
1. Suluk Sukarsa, menceriterakan seseorang (Ki Sukarsa) yang mencari ilmu untuk mendapatkan kesempumaan.
2.  Suluk Wujil, berisi wejangan-wejangan sunan Bonang kepada Wujil (wujil adalah seorang yang kerdil dan bekas abdi raja Majapahit)
3.  Suluk Malang Sumirang, berisi pujian dan mengungkapkan seseorang yang telah mencapai kesempumaan dan bersatu dengan Tuhan Yang Maha Esa.

6. Taman dan Pemandian
Beberapa taman dan pemandian yang masih ada hingga sekarang, yaitu
a. Taman Sunyoragi di Cirebon;
b. Taman Sari di Yogyakarta.

7. Pintu Gerbang atau Benteng/Baluwarti

Setiap keraton dilengkapi dengan pintu gerbang dan benteng. Pintu gerbang ber-bentuk padurasa dan candi bentar (belahan) banyak ditemukan di keraton. Selain itu, berapa pintu gerbang yang bersifat lokal. Misalnya pintu Semar Tinadu dan Semar Pinondong serta beberapa bentuk pintu yang disebut lawang dan plengkung (Misalnya Plengkung Gading di Yogyakarta). Peninggalan berupa benteng yang masih ada sampai sekarang ialah di Keraton Yogyakarta, Surakarta, Kanoman, dan Kasepuhan.

8. Pesanggrahan

Pesanggrahan adalah tempat sementara sebelum seorang raja mendirikan keraton. Misalnya, pesanggrahan petilasan Ambarketawang, Yogyakarta. Pesanggrahan juga merupakan tempat tinggal raja setelah turun tahta. Misalnya, pesanggrahan Ambarukmo.